Daging sapi adalah tidak benar satu bahan makanan yang mampu diolah menjadi aneka resep masakan. Salah satu resep masakan daging yang terkenal di seluruh penjuru dunia adalah steak. Mengolah steak sebetulnya tak sulit, cuma mesti memilih daging sapi berkualitas, meracik bumbu yang pas, dan juga memasaknya bersama tingkat kematangan yang tepat.

Lama memasak steak sapi mampu sesuai bersama tingkat kematangan yang diinginkan. Ada yang menyukai steak bersama aroma daging fresh yang kuat, tetapi banyak terhitung yang lebih puas steak yang sudah matang. Sajian steak dengan ditemani wine kualitas tinggi serta ditemani permainan perjudian sbobet yang menguntungkan.

Menu steak terbilang terkenal di indonesia. Meskipun harganya tidak murah, sebagian besar orang senang merogoh kocek lebih dalam untuk menikmati makanan yang satu ini. Di indonesia, steak daging lebih terkenal versi daging dibalur tepung dan digoreng untuk menyiasati harga daging yang mahal.

Macam-Macam Tingkat Kematangan Daging Steak

Meski populer, masih ada asumsi yang tidak benar mengenai steak karena memang tidak termasuk sebagai olahan daging khas Indonesia. Misalnya, ada yang berpikiran cairan pink yang terlihat dari daging adalah darah. Padahal, daging sudah dimasak dalam tingkat kematangan medium.

“Itu bukan darah, tetapi itu juicy yang bikin gurih. Karena saat dipotong, darah di sapi menjadi beku.”

Selain dibedakan berdasarkan bagian daging sapi, steak ala western food kebanyakan dibedakan berdasarkan tingkat kematangannya. Ada 5 tingkat kematangan steak yang berlainan layaknya selanjutnya ini:

Well Done

Tingkat kematangan daging steak yang terakhir adalah well done. Pada tingkat kematangan ini, daging amat dimasak hingga masak dan tidak ada warna merah terhadap bagian dalam daging. Well done ini mampu dibilang tingkat kematangan yang menyeluruh. Karena tingkat kematangannya sempurna, tekstur daging menjadi lebih keras dan tidak juicy. Hal ini disebabkan sebab seluruh bagian lemak sudah habis terpanggang. Steak well done ini membawa penampakan warna yang cokelat bersama bagian luar agak kering.

Medium Well

Tingkat kematangan steak setelah itu yang terhitung mampu diterima oleh orang indonesia adalah medium well. Pada tingkat ini daging steak sudah nyaris masak seutuhnya dan bagian mentahnya cuma 20% saja. Meskipun daging sudah nyaris matang, tetapi tekstur daging masih lembut dan terasa sedikit juicy.

Memasak Steak? Pelajari Dulu Bermacam Tingkat Kematangannya!

Medium

Daging steak bersama kematangan medium membawa warna coklat yang lebih banyak tetapi bagian mentah cuma 40% saja. Tingkat kematangan medium ini menjadi standard kelezatan daging steak di banyak negara. Bahkan untuk orang indonesia, tingkat kematangan ini tepat dan enak untuk dinikmati. Pada tingkat daftar akun sbobet ini, tekstur daging tidak lagi se-juicy steak rare atau medium rare.

Medium Rare

Di atas rare, ada steak bersama tingkat kematangan medium rare. Pada tingkat kematangan ini, 60% bagian dalam daging belum masak tetapi bagian luarnya sudah matang. Medium rare ini terhitung kerap disebut sebagai steak setengah matang. Sama bersama steak rare, medium rare ini terhitung membuahkan tekstur daging yang lembut dan juicy.

Rare

Rare adalah tingkat kematangan steak daging yang paling rendah. Pada tingkat kematangan ini, 80% daging masih belum masak dan berwarna merah. Daging bersama tingkat kematangan rare membawa suhu 48-50 derajat celcius terhadap bagian dalamnya. Meskipun daging belum matang, nyatanya steak bersama tingkat kematangan rare ini banyak disukai orang luar negeri sebab daging masih juicy dan lembut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *